HomeKatalog KelasPanduanTestimonialGaleriS&KArtikel

27 MAR 2026 |  bahan dapuR

Baking Paper : Fungsi, Jenis dan Cara Penggunaannya

Di Indonesia, istilah baking paper sering dipakai untuk menyebutkan semua kertas yang digunakan saat memanggang. Namun, baking paper yang sering kita sebutkan tersebut sebenarnya adalah parchment paper. 


Agar kita tidak salah memahami, kenali terlebih dahulu jenis-jenis kertas yang sering dipakai di dapur : 

Jenis-Jenis Baking Paper

Parchment / Silicone-coated parchment (baking paper): kertas yang dilapisi silikon (food-grade) sehingga anti-lengket dan tahan panas, paling umum untuk memanggang.

(Sumber : Breadpreneur Indonesia)

Greaseproof paper (kertas tahan minyak): jenis kertas yang didesain untuk tahan terhadap minyak dan lemak tanpa tambahan seperti plastik atau lilin. Greaseproof paper biasanya dibuat dari pulp kertas yang sangat halus dan diproses sedemikian rupa agar pori-pori kertas menjadi sangat kecil. Hal tersebut yang membuat minyak sulit ditembus. Biasanya digunakan untuk kemasan paper bag makanan atau box makanan anti minyak 

(Sumber : Google )

Wax paper (kertas lilin) : Wax paper adalah kertas makanan yang dilapisi parafin (kertas lilin) sehingga permukaannya anti lengket dan tahan kelembaban. Namun kertas ini tidak tahan panas karena lapisan lilinnya bisa meleleh dan mengotori makanan. Cocok untuk melapisi makanan dingin atau sebagai pembatas antara kemasan dan makanan. 

(Sumber : Google )

Silicone baking mat (Silpat): bukan kertas, tetapi alas yang bisa digunakan berkali-kali (reusable).  Alas ini memberikan fungsi non-stick mirip parchment dan umur pakai panjang, pilihan ramah lingkungan untuk penggunaan berulang.

(Sumber : Google)

Dalam dunia baking, baking paper yang biasa digunakan adalah parchment paper, kertas khusus yang tahan panas yang sudah diberi lapisan sehingga tahan minyak dan memiliki permukaan yang anti lengket. Biasanya digunakan untuk memanggang agar makanan tidak menempel di loyang atau alat masak, sehingga tidak perlu lagi mengolesi minyak banyak-banyak. Biasanya dijual dalam bentuk gulungan dan bisa disesuaikan dengan ukuran loyang yang dipakai.


Umumnya baking paper aman digunakan di suhu 220–230°C, namun tergantung juga dengan merk dan jenis. Maka perlu dicek terlebih dahulu tata cara penggunaannya. Jika menggunakan suhu sangat tinggi, lebih aman menggunakan silikon mat atau langsung loyang berlapis lemak.

Fungsi utama baking paper

1. Anti lengket
Menggunakan baking paper akan mencegah adonan menempel pada loyang sehingga saat kue, kue kering atau roti matang, bisa dilepaskan dengan mudah.

2. Hasil panggangan lebih konsisten
Baking paper akan membantu proses pemanggangan lebih konsisten karena mengurangi kontak langsung adonan dengan loyang. Jika adonan langsung kontak dengan loyang, bisa jadi bagian bawah adonan akan lebih cepat gosong dibandingkan dengan yang menggunakan baking paper.

3. Memudahkan pembersihan 
Jika menggunakan baking paper, hasil dari memanggang adonan seperti minyak atau butter atau bahan lain dari adonan bisa diminimalisir sehingga proses pembersihan loyang akan lebih mudah dan cepat. Selain itu menghindari stain yang dihasilkan dari makanan yang membuat loyang terlihat kotor.

4. Mengurangi penggunaan lemak (minyak/margarin/mentega)
Terkadang saat sebelum memanggang makanan, loyang akan diolesi dengan produk lemak terlebih dahulu untuk menghindari lengket. Jika menggunakan baking paper akan lebih praktis dan efisien prosesnya.

5. Membungkus makanan untuk teknik masak tertentu
Beberapa teknik memanggang ada yang menggunakan baking paper untuk membungkus makanan saat proses memanggang. Salah satu contohnya en papillote, yaitu teknik memasak dari Prancis dengan cara membungkus makanan sebelum dipanggang.

Selain baking paper gulungan berbahan kertas berlapis silikon yang biasa dijual, saat ini ada juga baking paper yang terbuat dari kaca fibre yang lentur dan tidak mudah terkoyak. Alas baking ini mampu menahan suhu tinggi juga sehingga cocok untuk digunakan sebagai alas loyang saat memanggang. Selain itu, mudah untuk dicuci dan dapat dipakai kembali, ramah lingkungan karena bisa dipakai berulang dan harganya tidak semahal silpat. Alas baking ini bisa dicari dengan nama reusable fiberglass baking sheet.

Cara menggunakan baking paper yang benar

1. Potong sesuai loyang
Sebelum menggunakan baking paper, sebaiknya potong baking paper sesuai dengan loyang yang akan digunakan agar tidak terlipat atau tidak rata yang bisa menyebabkan hasil panggangan tidak sempurna.

2. Jangan biarkan menempel ke elemen pemanas
pastikan kertas tidak menjulur keluar loyang sampai menyentuh elemen oven, jika menyentuh elemen oven bisa saja baking paper akan gosong atau terbakar. Jika ada bagian yang melebihi loyang, bisa dilipat atau dijepit menggunakan paper clip di bagian sisi loyangnya.

3. Pastikan baking paper menempel dengan benar
Ketika akan menuangkan adonan ke loyang, perlu dipastikan baking paper sudah menempel dengan baik. Kalau bakin paper tidak menempel dengan baik, bisa jadi adonan yang dituangkan ke loyang bisa tidak pas tertuangnya (tertuang ke bawah baking paper).

Memahami perbedaan antara berbagai jenis baking paper sangat penting agar penggunaan di dapur lebih aman, efektif, dan sesuai kebutuhan. Di Indonesia, istilah baking paper sering dipakai secara umum, tetapi pada prakteknya yang dimaksud biasanya adalah parchment paper, yaitu kertas berlapis silikon yang tahan panas dan aman untuk memanggang.

Selain parchment paper, terdapat jenis lain seperti greaseproof paper, wax paper, dan silicone baking mat yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Dengan memahami karakteristik masing-masing, kita dapat mengetahui perbedaan dan jenis baking paper sesuai fungsinya. 

Menggunakan baking paper dengan benar akan membantu menghasilkan makanan yang cantik, aman dilepas dari loyang, dan memiliki kualitas panggang konsisten. Dengan teknik yang tepat, baking paper bisa menjadi alat dapur yang sangat efisien dan menghemat waktu.


Penulis: Mentari

Artikel Breadpreneur.com

Sumber : 

-The Spruce Eats. What Is Parchment Paper? Diakses pada 20 November 2025 dari https://www.thespruceeats.com/what-is-parchment-paper

- NETZSCH Analyzing & Testing. Parchment Paper and Silicone Baking Mat (AN 268). Diakses dari NETZSCH Analyzing-Testing, dokumen PDF.Sure-Paper. (2025, 15 Mei). What is 

-Greaseproof Paper and Why It's Popular in Europe. Sure-Paper. Diakses pada 20 November 2025 dari https://www.sure-paper.com/news/what-is-greaseproof-paper-and-why-it-s-popular-in-europe/

-Reynolds Brands. “Wax Paper vs. Parchment Paper.” Diakses pada 20 November 2025 dari Reynolds Brands, https://www.reynoldsbrands.com/tips-and-how-tos/wax-paper-vs-parchment-paper

-Chef’s Resource. Is Parchment Paper Safe in the Oven? Diakses dari pada 20 November 2025 https://www.chefsresource.com/is-parchment-paper-safe-in-the-oven/

5 Bahan Dapur yang Diam-Diam Jadi Pengawet Alami Makanan

2017-2023 Copyright by Breadpreneur, All Right Reserved

WOULD YOU LIKE

20% OFF

ON TURMERIC & GINGER GUMMIES?